Sungai Yangtze mengalir deras ke timur, ombaknya membawa pergi para wira. Benar dan salah, kejayaan dan kegagalan, lenyap sekelip mata. Gunung hijau tetap berdiri, berapa kali senja memerah kembali.
Nelayan dan penebang beruban di tebing sungai sudah biasa dengan bulan musim luruh dan angin musim bunga. Dengan kendi arak sederhana, mereka gembira bertemu. Begitu banyak peristiwa dahulu dan kini, semuanya larut dalam tawa dan bicara.